Selamat Datang di Website Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar. Program Studi Unggulan. SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS FAJAR TAHUN 2017 DI KAMPUS ENTREPRENEUR... UNGGUL DAN INOVATIF!

Rabu, 21 Oktober 2015

Memahami Pelanggan

Beberapa waktu lalu, beberapa media cetak di Kota Makassar memuat berita tentang Walikota menyematkan pakaian (rompi) kepada Juru Parkir. Bahkan salah satu media yang tergabung dalam Harian Fajar Group, mengupas banyak hal tentang dunia perparkiran di Kota Makassar. Hal ini mengingatkan penulis tentang tingkah laku para Juru Parkir yang pernah penulis temui. 


Dari sekian banyak juru parkir yang pernah penulis temui, penulis merasakan pelayanan yang berbeda, penulis yakin pembaca kolom ini juga pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang penulis rasakan ketika kendaraanya akan diparkir. 

Dua minggu lalu, penulis pernah merasakan hal yang unik terkait pelayanan Juru Parkir di Kota Makassar. Salah seorang Juru Parkir yang ada  menuntun kendaraan penulis saat akan di parkir dan ketika akan keluar dari tempat parkir. 

Bukan hanya itu, ketika penulis membayar, Juru Parkir tersebut mengeluarkan perkataan yang sangat menggugah hati penulis, dia mengatakan “salamaki anggenna ri tujuanta” (semoga selamat hingga tujuan). Sebagai salah satu pengguna jasa perparkiran tentunya penulis berpikir sebaiknya semua juru parkir melakukan hal ini. 

Dalam urusan perparkiran, pengguna lahan parkir adalah pelanggan, maka berbicara masalah pelanggan, Sedikitnya ada lima alasan mengapa Juru Parkir perlu memahami pelanggannya. 

Pertama, pelanggan adalah raja. Kedua, pelanggan adalah alasan keberadaan Juru Parkir. Ketiga, tanpa pelanggan perusahaan sesungguhnya tidak memiliki apa-apa. Keempat, pelangganlah yang menentukan bisnis perusahaan. Kelima, jika perusahaan (Juru Parkir) tidak memahami pelanggannya, maka berarti perusahaan tidak memahami bisnisnya.

Sekarang, bagaimana memikat pelanggan? Strategi yang paling pas adalah mengenali empat kebutuhan pokok pelanggan. Pertama, kebutuhan pelanggan untuk dimengerti. Kedua, kebutuhan pelanggan untuk merasa disambut baik. Ketiga, kebutuhan pelanggan untuk merasa penting. Keempat, kebutuhan pelanggan akan kenyamanan.

Nah, timbul pertanyaan apakah Juru Parkir di Kota Makassar telah memahami pelanggannya? 


Oleh : Abdul Jalil, S.Ksi, M.I.Kom
Dosen Ilmu Komunikasi
Universitas Fajar










EmoticonEmoticon